Tentang pertemanan. Ada
banyak orang yang mengartikannya berbeda-beda. Ini versiku, aku yang memang
seringkali berbeda pandangan dengan orang lain.
Aku seringkali
kesulitan mencari teman. Karena terkadang aku tidak percaya pada siapapun. Aku
takut mereka hanya baik di hadapanku, atau aku tidak terlalu baik untuk menjadi
teman mereka.
Apa arti teman itu
sendiri untuk kalian? Kurasa aku sendiri bahkan belum berhasil menjadikan hati
dan pikiranku sebagai teman baikku. Apalagi teman yang lain? Aku sering merasa
sedih ketika aku menemukan bahwa aku tidak punya teman yang benar-benar dekat,
yang benar-benar bisa aku percaya, dan mereka benar-benar percaya padaku. Aku
seringkali tidak tahu apa-apa tentang dirinya karena sikapku yang tidak ingin
terlalu ikut campur tentang sesuatu. Tapi mungkin itu salah, karena ada
beberapa orang yang hanya akan bercerita kalau kita bertanya lebih dulu. Tapi
aku adalah orang yang sangat tidak mau bila seseorang menganggapku mengganggu
privasi mereka dan disebut kepo.
Sesekali aku merasa
kesepian walaupun berada di antara banyak orang. Apa mereka benar temanku?
Pertanyaan yang seringkali muncul di kepalaku. Apa mereka peduli padaku sebesar
aku peduli padanya? Tapi, aku selalu sadar pertanyaan seperti itu sangat egois.
Mungkin ada orang yang
berteman sampai harus pergi bersama kemanapun, seperti seseorang dan
bayangannya. Aku tidak begitu. Aku bebaskan temanku pergi bersama siapapun, dan
aku bebaskan diriku pergi dengan siapapun. Tapi seringkali aku sedih ketika
teman yang aku anggap dekat mulai dekat dengan teman lainnya, tapi itu hanya
sebatas sedih yang tak perlu dibesar-besarkan, pikirku.
Semakin besar dan
dewasa, kusadari bahwa mencari teman tidak perlu banyak-banyak. Cukup temukan
beberapa orang yang benar-benar peduli dan menyayangimu. Dan sulit sekali
menemukan teman seperti ini. Bila aku sudah menemukannya, akan kujaga dalam
ingatan yang teduh dan nyaman.
![]() |
| Souce:google.com |
Aku seringkali berkaca,
apakah aku cukup baik sebagai seorang teman? Kenapa mereka bercerita pada orang
lain tapi tidak padaku? Apa aku dapat dipercaya? Kenapa mereka pergi dengan
orang lain tapi tidak denganku? Apa aku begitu buruk dan sulit di dekati?
Kenapa mereka tertawa dengan orang lain tapi tidak denganku?
Begitu banyak
pertanyaan yang masih kucari jawabannya, mungkin semua jawabannya ada padaku.
Dan definisi teman
menurutku adalah orang yang akan mau bercerita tentang dirinya dan tidak
menuntutku untuk mendengarkannya juga tidak menuntutku untuk menceritakan
sesuatu tentangku sebagai suatu balasan, orang yang percaya padaku dan yakin
bahwa aku juga percaya padanya, orang yang mengenalku dan aku juga mengenalnya,
orang yang berteman dengan siapapun tapi aku tetap temannya, orang yang tertawa
denganku untuk sesuatu yang lucu ataupun tidak lucu, orang yang tidak pernah berkata
buruk tentangku walaupun tahu aku tidak sebaik yang orang pikirkan, dan tentu
saja tidak ada teman yang sempurna seperti itu, karena sampai kapanpun kamu
mencarinya, maka kamu tidak akan pernah menemukannya.
Pada akhirnya aku tahu,
berteman bukan tentang mengubah seseorang agar seperti yang kita inginkan, tapi
berusaha menerima teman kita dengan berbagai sifatnya, yang pemarah, yang childish, yang berisik, yang gaje, dan
berteman juga bukan tentang apa yang mereka lakukan untuk kita, tapi apa yang
sudah kita berikan untuk mereka. Berteman bukan tentang hadiah yang selalu
diberikan, tapi telinga yang selalu bersedia mendengarkan ketika teman kita
butuh didengar, mata yang menenangkan ketika teman kita bersedih, dan perkataan
jujur ketika mereka butuh saran.
![]() |
| Source: google.com |
Sayangilah teman yang
ada di sekitar kalian, sebelum teman kalian menemukan teman terbaiknya, dan itu
bukan kalian. Cause true friends are vitamins for your soul, and it’s rare to
find, but all the good people deserve a good friend.




0 Comments