Setelah sekian lama, aku semakin menyadari siapa yang datang untuk pergi, siapa yang datang untuk menemani. 
Ada yang dengan mudah tersenyum setelah menangis terisak, ada yang dengan mudah cemberut setelah tertawa riang, ada pula yang tiba-tiba marah tak ada angin tak ada hujan. 
Setiap orang berbeda satu dengan yang lainnya, menghadapinya pun berbeda. Selalu mencoba memposisikan diri, walau kadang aku sendiri tak ada yang menemani. 
Semua orang tak sama, dan tidak bisa disama-samakan. Aku tak pernah menuntut siapapun untuk sama sepertiku, jadi seringkali aku ingin tidak ada yang menuntutku untuk sama seperti siapapun, jangan pernah tuntut aku untuk begini begitu. 
Kita semua berbeda satu dengan yang lain, jadi memahami siapapun adalah hal yang perlu, tidak usah menunggu untuk dimengerti untuk mulai memahami.

 
Source: google.com

Aku? Tentu saja aku juga tidak sempurna. 
Mood-ku swing. Kadang mood-ku bisa berubah hanya karena hujan datang, atau mood-ku malah berubah baik saat orang-orang lesu atau sedang bersedih. 
Memahami mood sendiri saja kadang masih sulit. Tapi aku selalu belajar. 
Air saja tak pernah marah walau dia hanya bisa berjalan mengikuti arah, malam pun tak pernah menggerutu walau dia dan siang tak pernah bisa bersatu.
Aku ingin mencoba memahami diriku, biarlah tak perlu marah dan menggerutu hanya karena mereka atau siapapun tak mau memahamimu atau mengertimu. 

Tugasmu memahami dirimu sendiri untuk mengerti orang di sekelilingmu dengan hati.