Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. 2019 sudah hampir
habis di bulan ke empat. Ada yang ingin kusampaikan padamu, wahai waktu yang
berjalan secepat kilat.
Mari bicara lebih dekat. Aku ingin mengucapkan....
Terima kasih atas waktu-waktu yang lalu. Waktu yang
mengajarkanku untuk bangkit dari setiap pilu. Waktu yang mengajarkanku sendu,
haru, pilu, dan kelu. Setiap air mata bahagia dan haru.
Waktu yang lalu, ketika aku kehilangan beberapa orang
terdekatku. Berat untuk bangkit, namun aku dan kita harus tetap melaju. Ada
kenangan berlalu lalang di benakku. Katanya aku harus mengingat masa lalu.
Terima kasih waktu yang lalu, saat aku tertawa bahagia
bersama orang-orang terdekatku. Ingin rasanya untuk tetap di waktu itu. Namun
tetap saja, aku dan kita harus tetap melaju.
Waktu yang berjalan dengan cepat membuatku rindu masa-masa
lalu. Dulu, saat kita tertawa dan kini kau tiada, pergi, dan aku rindu.
Tentang rindu yang menderu. Tentang sendu yang membeku,
enggan pergi, enggan menghilang.
Teringat dulu, aku yang mengikutimu, mengagumimu.
Namun, tahun lalu aku melihatmu terbujur kaku. Mata yang
layu. Senyum yang berlalu. Air mataku
yang meluncur menderu.
Teringat kita tak akan pernah lagi bertemu, selain dalam
mimpi-mimpi malam yang tak tentu.
Tahun lalu, aku sempat tertawa bahagia menikmati waktu.
Tahun lalu, aku sempat menangis sendu hingga kelu bicara tak
mampu.
Tahun lalu, kututup dengan kesedihan mendalam, bukan hanya
untukku, namun juga untuk banyak hati, rindu.
Terima kasih waktu, waktu yang lalu yang mengajarkanku
kebahagiaan untuk disyukuri, kesedihan bukan untuk diratapi, kehilangan bukan
untuk terus ditangisi.
Terima kasih waktu, waktu yang lalu yang mengajarkanku
menghargai waktu. Waktu bersama orang-orang terkasihku, menghargai waktu yang
tak kan terulang kembali.
Terima kasih waktu, waktu yang lalu yang mendewasakanku.


0 Comments